SISTEM
INFORMASI PSIKOLOGI
1.
SISTEM
Pengertian
sistem menurut para tokoh:
Sistem sebagai suatu komponen/variabel yang terorganisir, saling
berinteraksi, saling bergantung satu sama lain dan terpadu Lucas (1989).
Adapun menurut Gerald J. (1991); sistem yaitu suatu jaringan kerja
dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Menurut Poerwadarminta (2003) sistem adalah sekelompok bagian-bagian
yang berupa alat dan lain sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan
tujuan tertentu.
Menurut Jogiyanto (2005) sistem adalah suatu jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
Dan, Menurut Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan
unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat
dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Berdasarkan definisi sistem dari beberapa tokoh diatas, dapat
diambil kesimpulan bahwa sistem adalah bagian-bagian/jaringan kerja/hubungan
yang saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Elemen yang Membentuk Sistem
- Objek,
merupakan bagian, elemen atau variabel. Ia dapat berupa benda fisik,
abstrak atau keduanya.
- Atribut,
merupakan penentu kualitas atau sifat kepemilikian sistem dan objeknya.
- Hubungan
internal, merupakan penghubungan diantara objek-objej yang terdapat dalam
sebuah sistem.
- Lingkungan,
merupakan tempat dimana sistem berada.
- Tujuan,
Setiap sistem memiliki tujuan dan tujuan inilah yang menjadi motivasi yang
mengarahkan sistem.
- Masukan,
adalah sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan
untuk diproses.
- Proses,
Bagian yang melakukan perubahan dari masukan menjadi keluaran.
- Keluaran,
adalah hasil dari proses. Pada sistem informasi berupa informasi atau
laporan, dll.
Batas, adalah pemisah antara sistem dan daerah luar sistem.
2.
INFORMASI
Gordon B. Davis (1985); informasi sebagai data yang telah diolah
menjadi bentuk yang lebih berarti dan berguna bagi penerimanya untuk mengambil
keputusan masa kini maupun yang akan datang.
Menurut Jogiyanto (2005), Informasi adalah hasil dari pengolahan
data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya
yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact)
yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
Menurut Bodnar & Hopwood (2000) informasi merupakan data yang
diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah
keputusan yang tepat dan benar.
Menurut Alamsyah (2005) informasi adalah data
yang telah diolah dengan cara tertentu sesuai dengan bentuk yang diperlukan.
Dan menurut Gaol (2008)
informasi adalah segala sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para pengambil
keputusan atau manajer dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah
ditetapkan sebelumnya.
Dari beberapa pengertian tokoh diatas dapat disimpulkan, informasi
adalah sekumpulan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang lebih
berguna untuk pengambilan keputusan tepat dan benar.
3.
PSIKOLOGI
Menurut William James (1980), psikologi adlah ilmu mengenai
kehidupan mental, termasuk fenomena dan kondisi-kondisinya.
Menurut Muhibbinsyah (2001) psikologi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia
baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan.
Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi
perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah
laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Menurut William McDoughall (dalam Mangal, 2008),
psikologi adalah ilmu yang bertujuan untuk memberi kita pemahaman dan kontrol
yang lebih baik terhadap perilaku organisme secara keseluruhan.
Menurut Basuki (2008), bahwa psikologi itu adalah ilmu
pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari
kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, & emosional.
Menurut Clifford (dalam Sarwono,2010) psikologi adalah
ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
Berdasarkan definisi dari tokoh-tokoh diatas, dapat
disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku dan
memberikan pemahaman kontrol terhadap perilaku.
4.
SISTEM INFOMASI PSIKOLOGI
Berdasarkan definisi dari
sistem, informasi, dan psikologi dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu
sistem yang digunakan untuk memperoleh data membentuk prosedur-prosedur psikologis yang mempelajari hubungan antara
perilaku dan juga proses mental manusia yang bertujuan untuk memberi pemahaman
kontrol yang lebih baik terhadap perilaku organisme secara keseuruhan dan juga
untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu baik saat ini atau mendatang.
Referensi:
Basuki, H. (2008).
Psikologi Umum Seri Diklat Kuliah. Jakarta ; Universitas Gunadarma.
Bodnar, G. H., &
Hopwood, W. S. (2000).Sistem informasi akutansi, terjemahan Amir
AbadiJusuf, Rudi M. Tambunan. Jakarta :SalembaEmpat.
Eriyanto. (2004). Teknik
dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Bogor : Grasindo.
Jogiyanto.
(2005). Analisis dan desain sistem informasi.Yogyakarta : Penerbit
Andi.
Gaol, C.J.L. (2008). Sistem
informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo.
Mangal, S. K.
(2008). An introduction to psychology. New Delhi: Sterling
Publishers Private Limited.
Muhibbinsyah.
(2001). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Sarwono, S.W. (2010). Pengantar
psikologi umum. Jakarta: Raja Grafindo.
Komentar
Posting Komentar