SISTEM
INFORMASI PSIKOLOGI (ELEMEN, KARAKTERISTIK, CONTOH)
Untuk membangun sistem
informasi psikologi, perlu menyiapkan kebutuhan untuk elemen sistem dan
karakter sistem yang akan dibangun.
A. ELEMEN SISTEM
Menurut Anggraeni dan
Irviani (2017) elemen sistem adalah bagian terkecil sistem yang dapat
didentifikasikan. Jika sebuah sistem cukup besar yang terdiri dari
subsistem-subsistem, maka elemen sistem terdapat pada tingkatan yang paling
Untuk membangun sistem informasi psikologi, perlu menyiapkan kebutuhan untuk
elemen sistem dan karakter sistem yang akan dibangun.
Elemen-elemen sistem terdiri dari :
·
Energi: Memiliki atribut yaitu jumlah dan ongkos energi.
·
Tenaga Kerja: Memiliki atribut, yaitu jumlah tenaga kerja dan
upah.
·
Mesin atau
Peralatan: Memiliki atribut, yaitu
jenis jumlah, dan kapasitas.
·
Bahan Baku: Memiliki atribut, yaitu harga bahan baku, jumlah
bahan baku dan ongkos.
·
Bahan produk: Memiliki atribut jumlah permintaan, jumlah produk
dan harga jual.
B. KARAKTERISTIK SISTEM
Menurut Anggraeni dan
Irviani (2017) sistem mempunyai beberapa karakteristik atau sifat tertentu,
antara lain:
·
Komponen
Sistem (Component): Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi, yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen sistem.
·
Batasan
Sistem (Boundary): Merupakan daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem
yang lain atau dengan lingkungan kerjanya.
·
Subsistem
(Sub system): Bagian-bagian dari sistem yang beraktivitas dan berinteraksi satu
sama lain untuk mencapai tujuan dengan sasarannya masing-masing.
·
Lingkungan
Luar Sistem (Environment): Suatu sistem yang ada di luar dari batas sistem yang
dipengaruhi oleh operasi sistem.
·
Penghubung
Sistem (Interface): Media penghubung antara suatu sub sistem dengan sub sistem
lain. Adanya penghubung ini memungkinkan berbagai sumber daya menglir dari
suatu sub sistem ke subsistem lainnya.
·
Masukan
Sistem (Input) Energi yang masuk ke dalam sistem, berupa perawatan dan sinyal.
Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat
berinteraksi.
·
Keluaran
Sistem (Output): Hasil energi yang diolah dan diklasifikasi menjadi keluaran
yang berguna dan sisa pembuangan .
·
Pengolahan
Sistem (Process): Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang
akan mengubah masukan menjadi keluaran.
·
Sistem
(Object): Tujuan yang ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil
apabila mengenai sasaran atau tujuan.
C. CONTOH MEMBANGUN MODEL SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI SECARA MANUAL
Untuk membuat sistem ini,
dibutuhkan seorang psikolog yang mengerti tentang Tes MBTI untuk memberikan
data dan nantinya akan dibantu oleh programmer untuk memasukkan data yang
diberikan oleh psikolog ke dalam sistem dalam Bahasa pemrograman. Untuk
mempercantik tampilan sistem ketika nantinya diakses oleh masyarakat,
dibutuhkan web designer yang bertugas mendesign tampilan sistem agar nyaman
dipandang namun tidak terlalu menarik perhatian individu nantinya saat
mengerjakan Tes MBTI. Sistem ini dibuat secara online, sehingga dibutuhkan
jaringan internet untuk dapat mengaksesnya.
Setelah itu nantinya di
dalam sistem terdapat pemrosesan, dimana ketika individu memberikan jawaban
dalam tes MBTI akan terjadi coding untuk mencocokan jawaban individu dengan
data yang telah diberikan oleh psikolog sebelumnya.
Hasil yang akan didapat
nantinya dari sistem ini adalah individu mendapatkan data tentang hasil tes
MBTI yang telah dilakukannya. Selain itu sistem ini nantinya akan dapat diakses
secara online untuk semua kalangan masyarakat.
Daftar Pustaka:
Anggraeni, E. Y., Irviani, R. (2017). Pengantar Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI.

Komentar
Posting Komentar