Tau film 3 idiot? Sebuah film yang sangat sukses yang di mainkan oleh Aamir khan. Dalam film yang rilis 2009 itu Aamir berperan sebagai Phunsukh Wangdu, pemegang 400 paten atas namanya yang sangat diinginkan oleh seorang investor dari Jepang. Apa yang kita lihat dalam film tersebut adalah bahwa karakter Phunsukh Wangdu sebenarnya terinpirasi oleh seorang insinyur dari Leh, salah satu distrik yang berada di wilayah Ladakh, negara bagian Jammu dan Kashmir dekat dengan pegunungan Himalaya. Insinyur itu bernama Sonam Wangchuk.
ICE STUPA IN SWISS ALPS— Sonam Wangchuk (@Wangchuk66) November 15, 2016
is growing fast...!
Stanzin and Sonam Wangchuk of Ice Stupa team have returned to India pic.twitter.com/xdotFw75Ml
Wangchuk, yang kini 50 tahun sepanjang hidupnya ia melakukan berbagai macam penelitian. Baru-baru ini ia mendapatkan penghargaan Rolex Award for Enterprise karena usahanya untuk menyediakan pasokan air bagi warga Ladakh di musim kering. Seperti dilansir dari Kapanlagi, Sonam lahir di UleyTokpo, sebuah desa yang dilewati jalur Trans Himalaya. Daerah yang jauh dari pusat negara membuat Sonam kecil tak mendapat pendidikan formal sampai usianya 8 tahun. Ia lalu dibawa pindah oleh pamannya ke Nubra untuk mencicipi bangku sekolah.
Di sekolah, guru yang mengampunya menyarankan Sonam untuk langsung naik ke kelas 3, karena kemampuannya setara dengan anak-anak di kelas tersebut. Dari Nubra Sonam kemudian pindah ke Srinagar, kota tempat ayahnya bekerja. Ia pernah diolok-olok sebagai anak idiot dan aneh lantaran bahasa yang digunakan berbeda dengan anak-anak di daerah tersebut.
Sonam Wangchuk menyelesaikan pendidikan jurusan teknik mesin di National Institute of Technology di Srinagar pada tahun 1987. Setahun setelah lulus, iSonam Wangchuk bersama saudara dan kelima rekannya mendirikan Student's Educational and Cultural Movement of Ladakh (SECMOL). SECMOL merupakan sekolah yang bertujuan untuk memperbarui sistem pendidikan di Ladakh.
Tak hanya itu, Wangchuk juga telah mendirikan sebuah sekolah di Ladakh yang disebut SECMOL—kependekan dari Students’ Educational and Cultural Movement of Ladakh. Sekolah ini memungkinkan para muridnya bisa belajar dengan menyenangkan dan praktis alih-alih bertungkus lumus dengan teks dan buku ajar.
Sekolah ini sengaja ditujukan kepada anak-anak yang dianggap gagal secara sosial dan akademik. Ia percaya bahwa menghafal akan membunuh proses belajar dan, pada gilirannya, kepercayaan seorang siswa. “Jika orang gagal dapat mencapai puncak mimpinya, itu artinya ada yang salah dengan sistem (pendidikan) kita,” ujarnya, seperti dilaporkan Flame Buzz.
sumber:
https://twitter.com/Wangchuk66
https://www.boombastis.com/phunsukh-wangdu-3-idiots/110253

Komentar
Posting Komentar