Langsung ke konten utama

Pengaruh Penggunaan Sistem Upah Pada Kinerja Karyawan

  Upah merupakan hak dari pekerja atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk nominal uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja.
  Besarnya upah ditetapkan menurut suatu perjanjian awal antara pemberi kerja dan pekerja yang kisaranya di dasarkan pada hasil yang telah di capaiatau di hasilkan oleh si buruh atau pekerja tersebut

  Sedangkan gaji adalah pembayaran yang di berikan oleh pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja atau buruh berdasarkan lamanya waktu kerja misal jam, hari, minggu ataupu  bulan dan sebagainya. Pemberian gaji ini ditetapkan pada awal kesepakantan antara pekerja dan pemberi kerja dan bersifat berkelanjutan setiap masa waktu perjanjiannya, setiap jam, setiap hari dan sebagainya. 

  Dari kedua pengertian di atas maka kita simpulkan bahwa gaji akan bersifat tetap dan stabil setiap masa waktu perjanjiannya bahkan jika si pekerja sendiri tidak konsistem dalam waktu bekerjanya. Sistem ini akan memberikan kenyamanan sehingga pekerja lebih tenang akan kemungkinan di masa depan karena ada jaminan gaji setiap waktunya dan akan bersifat lebih kreatif. Akan tetapi sistem ini juga akan menyebabkan banyak karyawan bermalas-malasan jika kewajiban kerja mereka sudah terpenuhi. Mereka tidak termotivasi untuk melakukan pekerjaan lagi diluar pekerjaan mereka karena apa yang mereka kerjakan tidak akan mendapat bayaran. 

  Dilain sisi sistim upah yang di dasarkan pada hasil kerja karyawan akan memberikan sedikit tekanan dan motivasi untuk memenuhi target yang ditentukan dan jika mungkin akan melakukan lebih lagi agar bisa mendapat penghasilan lebih lagi. dengan sistem ini karyawan akan di dorong semakin cekatan dan efektif saat bekerja agar target kerja mereka dipenuhi dan menghasilkan upah sesuai dengan yang mereka butuhkan. 

   Akan tetapi penggunaan sistem upah akan sulit di terapkan pada para pekerja kreatif yang bertuga menghasilkan inovasi dan produk-produk baru karena masalah penetapan standar hasil kerja karyawan. Sistem ini hanya cocok untuk perusahaan produksi yang menggunakan banyak tenaga tangan manusia. sistem upah akan memberikan gambaran jelas tentang performa karyawan baik kehadiran, produktifitas, serta etos kerja karyawan. Sehingga mudah untuk menyaring karyawan berpotensi dan juga mempertahankannya dengan memberinya upah besar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sistem Informasi Psikologi

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI (ELEMEN, KARAKTERISTIK, CONTOH) Untuk membangun sistem informasi psikologi, perlu menyiapkan kebutuhan untuk elemen sistem dan karakter sistem yang akan dibangun. A.  ELEMEN SISTEM Menurut Anggraeni dan Irviani (2017) elemen sistem adalah bagian terkecil sistem yang dapat didentifikasikan. Jika sebuah sistem cukup besar yang terdiri dari subsistem-subsistem, maka elemen sistem terdapat pada tingkatan yang paling Untuk membangun sistem informasi psikologi, perlu menyiapkan kebutuhan untuk elemen sistem dan karakter sistem yang akan dibangun. Elemen-elemen sistem terdiri dari : ·                 Energi : Memiliki atribut yaitu jumlah dan ongkos energi. ·                 Tenaga Kerja : Memiliki atribut, yaitu jumlah tenaga kerja dan upah. ·         ...